Saat buat blog dengan wordpress, ada error yaitu saat url postingan dibuka oleh publik, yaitu selalu diminta untuk login atau seperti disuruh buat akun baru, ini masalahnya apa?
Kemungkinan besar ini bukan “error” WordPress, tapi ada pembatasan akses yang aktif. Penyebab yang paling sering:
- Post/halaman disetel tidak publik
- Cek di editor: kanan atas → Visibility. Pastikan Public, bukan Private atau Password Protected.
- Situs diset jadi private (WordPress.com)
- Settings → General → Privacy: ubah dari Private ke Public.
- Plugin yang memaksa login
- Contoh: Force Login, Restricted Site Access, Coming Soon/Maintenance Mode, security plugin (AIOWPS, iThemes), atau membership (MemberPress, Paid Memberships Pro, Ultimate Member), bahkan WooCommerce (opsi “Hanya pengguna login yang bisa melihat toko”).
- Solusi cepat: Nonaktifkan semua plugin → tes di jendela incognito. Jika normal, aktifkan plugin satu per satu sampai ketemu biang keroknya, lalu ubah pengaturannya.
- Rule di tema/kode kustom
- Di file tema (functions.php atau plugin custom) mungkin ada redirect seperti:
if ( ! is_user_logged_in() ) {
wp_redirect( wp_login_url( $_SERVER['REQUEST_URI'] ) ); exit;
}
Cari string wp_login_url( atau is_user_logged_in() lalu nonaktifkan kode itu.
- Proteksi di level server (bukan WordPress)
- .htaccess / Nginx pakai Basic Auth: di
.htaccessada barisAuthType Basic,Require valid-user. Hapus/ matikan. - Directory Privacy di cPanel/Panel hosting aktif. Matikan proteksi folder.
- Layanan seperti Cloudflare Access juga bisa memaksa login.
- Redirect/caching yang salah
- Plugin redirect/caching (Redirection, W3TC, LiteSpeed Cache) bisa punya rule yang mengarah ke
/wp-login.php. Cek dan hapus rule tersebut.
Langkah diagnosis paling cepat (5 menit)
- Buka situs di incognito / device lain.
- Nonaktifkan semua plugin → tes satu URL postingan.
- Jika sudah normal, aktifkan plugin satu-satu sambil tes.
- Jika masih minta login: ganti tema ke Twenty Twenty-Five sementara → tes lagi.
- Kalau tetap sama: cek
.htaccess(cariAuthType Basic) atau pengaturan Directory Privacy di panel hosting.