TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA – FASE C (Kelas 5 & 6)
Pendekatan Al-Qur’an & Hadits
🟢 TINGKAT 5 — KELAS 5
(Pemahaman sejarah, nilai, dan adab bermasyarakat)
A. Elemen: PANCASILA
Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu:
- Menjelaskan kronologi sejarah kelahiran Pancasila secara runtut sebagai dasar negara Indonesia.
- Mengenal dan meneladani sikap para perumus Pancasila seperti cinta persatuan, musyawarah, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
- Menjelaskan keterkaitan antar sila Pancasila sebagai satu kesatuan nilai hidup berbangsa, bukan berdiri sendiri.
- Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup berbangsa, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan nilai Islam:
Keadilan, musyawarah, dan amanah adalah nilai yang diperintahkan syariat.
QS. An-Nahl: 90 | QS. Asy-Syura: 38
B. Elemen: UUD NRI TAHUN 1945
Peserta didik mampu:
- Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga sekolah.
- Menyajikan hasil identifikasi hak dan kewajiban dalam bentuk lisan atau tulisan sederhana.
- Mempraktikkan hak dan kewajiban secara seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
- Melaksanakan musyawarah sederhana untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama di kelas atau keluarga.
QS. An-Nisa: 59 — ketaatan dalam perkara yang ma‘ruf
C. Elemen: BHINNEKA TUNGGAL IKA
Peserta didik mampu:
- Mengidentifikasi bentuk keberagaman budaya di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
- Menyajikan contoh sikap menghormati dan menjaga keberagaman budaya dalam bingkai persatuan.
- Menunjukkan sikap saling menghormati dalam pergaulan sosial tanpa mencampur aqidah dan ibadah.
QS. Al-Hujurat: 13
🔒 Menghormati ≠ menyamakan keyakinan
D. Elemen: NKRI
Peserta didik mampu:
- Mengenal wilayah tempat tinggalnya dalam konteks kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari NKRI.
- Menjelaskan pentingnya gotong royong dalam menjaga persatuan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
- Menunjukkan perilaku gotong royong sebagai wujud tanggung jawab sosial dan cinta tanah air.
Hadits: “Allah menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
🟡 TINGKAT 6 — KELAS 6
(Analitis, reflektif, dan tanggung jawab sebagai warga negara)
A. Elemen: PANCASILA
Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu:
- Menganalisis sejarah kelahiran Pancasila dan perannya dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia.
- Menganalisis sikap dan karakter para perumus Pancasila serta relevansinya dengan kehidupan masyarakat saat ini.
- Menjelaskan Pancasila sebagai kesatuan nilai yang menjadi dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa.
- Menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat secara kritis dan bertanggung jawab.
B. Elemen: UUD NKRI TAHUN 1945
Peserta didik mampu:
- Menyajikan hasil analisis norma, hak, dan kewajiban sebagai warga negara secara runtut dan logis.
- Menganalisis hubungan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan bernegara.
- Melaksanakan praktik musyawarah secara lebih terstruktur untuk mengambil keputusan bersama.
- Mengevaluasi hasil musyawarah dan menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
HR. Bukhari & Muslim: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.”
C. Elemen: BHINNEKA TUNGGAL IKA
Peserta didik mampu:
- Menganalisis pentingnya menjaga dan melestarikan keberagaman budaya nasional.
- Menyajikan gagasan atau contoh nyata pelestarian budaya lokal dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
- Menunjukkan sikap adil, santun, dan menghormati perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.
D. Elemen: NKRI
Peserta didik mampu:
- Mengaitkan wilayah kabupaten/kota dan provinsi dengan keutuhan wilayah NKRI.
- Menganalisis makna bela negara dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan masyarakat.
- Menunjukkan perilaku gotong royong dan menjaga persatuan sebagai bentuk nyata bela negara.
QS. Al-Ma’idah: 2 — tolong-menolong dalam kebaikan
🧭 KARAKTER KUAT PENDEKATAN SYARIAT – FASE C
✔ Aqidah Islam tetap satu-satunya landasan ibadah
✔ Pancasila = kesepakatan hidup berbangsa, bukan agama
✔ Musyawarah = adab syar’i dan sosial
✔ Persatuan dijaga tanpa mengorbankan tauhid
✔ Peserta didik dibina menjadi shalih, beradab, dan bertanggung jawab sebagai warga negara