Istilah “menganalisis kebutuhan sistem” dalam proses instalasi sistem operasi jaringan merujuk pada tahapan awal yang sangat penting sebelum melakukan instalasi sistem operasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sistem operasi yang akan diinstal kompatibel, optimal, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna atau organisasi.
✅ Makna “Menganalisis Kebutuhan Sistem”
Adalah proses mengkaji, menilai, dan menentukan spesifikasi dan kebutuhan teknis yang diperlukan agar instalasi sistem operasi jaringan berjalan dengan baik.
🔍 Apa saja yang dianalisis?
- Kebutuhan Perangkat Keras (Hardware)
- Jenis dan kapasitas prosesor (CPU)
- RAM (memori) minimum dan yang disarankan
- Kapasitas hard disk
- Kartu jaringan (LAN Card / Ethernet)
- Kompatibilitas driver perangkat
- Kebutuhan Perangkat Lunak (Software)
- Jenis sistem operasi yang akan diinstal (misalnya Debian, Ubuntu Server, Windows Server)
- Arsitektur OS (32-bit atau 64-bit)
- Layanan/fitur yang akan dijalankan (misalnya DHCP, DNS, FTP, Web Server)
- Lisensi dan legalitas perangkat lunak
- Kebutuhan Jaringan
- Topologi jaringan
- Alamat IP dan subnetting
- Kebutuhan DNS, DHCP, Gateway
- Keamanan jaringan (Firewall, VLAN, dll)
- Kebutuhan Pengguna (User Needs)
- Jumlah pengguna yang akan mengakses sistem
- Kebutuhan layanan (file sharing, web server, akses database, dll)
- Hak akses dan kebijakan keamanan
🎯 Tujuan Analisis Kebutuhan Sistem
- Memastikan sistem yang dibangun dapat berfungsi optimal
- Menghindari kesalahan konfigurasi atau kekurangan sumber daya
- Menyusun perencanaan instalasi dan konfigurasi secara sistematis
🛠 Contoh Penerapan:
Sebelum menginstal Ubuntu Server sebagai web server di sekolah:
- Dicek apakah PC memiliki RAM minimal 2 GB
- Hard disk minimal 40 GB
- Apakah akan digunakan untuk Apache dan MySQL?
- Apakah jaringan sekolah sudah punya IP statis?
- Siapa yang akan mengakses server ini?