🕌 Rubrik Penilaian Tahfidz Al-Qur’an (Lengkap dan Profesional)
Penilaian hafalan Al-Qur’an (tahfidz) bukan hanya mengukur kemampuan menghafal santri, tetapi juga kualitas bacaannya sesuai kaidah tajwid, makhraj huruf, dan adab dalam membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, dibutuhkan rubrik penilaian yang jelas, terukur, dan mudah digunakan oleh para ustadz/ustadzah.
Berikut adalah rubrik penilaian tahfidz lengkap yang dapat digunakan oleh pesantren, madrasah, sekolah Islam, maupun lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya.
1. Kelancaran Hafalan (Fasāhah)
Kelancaran menunjukkan sejauh mana santri mampu membaca hafalan tanpa tersendat dan tanpa harus dibantu oleh penguji.
Indikator:
- Membaca tanpa terbata-bata
- Dapat melanjutkan ayat tanpa bantuan
- Tempo bacaan stabil
- Pengulangan ayat minimal
Kriteria Penilaian:
- Sangat Baik (5): Lancar tanpa berhenti, tidak perlu bantuan.
- Baik (4): Ada jeda kecil, tetapi tidak mengganggu hafalan.
- Cukup (3): Beberapa kali berhenti atau ragu.
- Kurang (2): Sering terhenti, banyak pengulangan.
- Sangat Kurang (1): Tidak mampu melanjutkan tanpa bantuan.
2. Ketepatan Hafalan (Dhabt)
Aspek ini menilai ketelitian santri dalam menjaga hafalan sesuai mushaf tanpa perubahan.
Indikator:
- Tidak salah kata atau huruf
- Tidak salah urutan ayat
- Tidak mengubah harakat
- Tidak lupa ayat
Kriteria Penilaian:
- Sangat Baik (5): Tidak ada kesalahan sama sekali.
- Baik (4): Ada 1–3 kesalahan ringan.
- Cukup (3): 4–6 kesalahan kecil atau 1 kesalahan besar.
- Kurang (2): Banyak kesalahan yang mengganggu hafalan.
- Sangat Kurang (1): Hafalan sering hilang dan tidak stabil.
3. Tajwid
Tajwid adalah unsur penting dalam membaca Al-Qur’an. Penilaian tajwid mencakup penerapan hukum bacaan dengan benar.
Indikator:
- Makharijul huruf
- Mad (panjang–pendek)
- Idgham, ikhfa’, iqlab, dsb
- Ghunnah
- Hukum mim sukun & nun mati
Kriteria Penilaian:
- Sangat Baik (5): Semua hukum tajwid diterapkan dengan tepat.
- Baik (4): Ada 1–2 kesalahan kecil.
- Cukup (3): 3–5 kesalahan tajwid.
- Kurang (2): Banyak kesalahan yang memengaruhi kualitas bacaan.
- Sangat Kurang (1): Hampir seluruh hukum tajwid tidak diterapkan dengan benar.
4. Makhraj & Sifat Huruf
Penilaian ini memfokuskan pada ketepatan keluarnya huruf dan penerapan sifat huruf.
Indikator:
- Huruf keluar dari tempatnya dengan tepat
- Tidak tertukar (مثلاً: س ≠ ص, ط ≠ ت)
- Sifat huruf seperti tafkhim–tarqiq, isti’la’, qalqalah, dll.
Kriteria Penilaian:
- Sangat Baik (5): Huruf jelas dan tepat, tanpa kesalahan.
- Baik (4): Ada sedikit ketidaktepatan namun tidak mengganggu makna.
- Cukup (3): Kesalahan makhraj muncul beberapa kali.
- Kurang (2): Banyak huruf keluar tidak tepat.
- Sangat Kurang (1): Pengucapan huruf sering salah atau kabur.
5. Waqaf & Ibtida’
Menilai kemampuan santri berhenti dan memulai bacaan di tempat yang tepat.
Indikator:
- Berhenti pada titik yang tepat
- Tidak berhenti pada tempat yang membingungkan atau mengubah makna
- Memulai bacaan (ibtida’) pada posisi yang benar
Kriteria Penilaian:
- Sangat Baik (5): Tidak ada kesalahan waqaf/ibtida’.
- Baik (4): Ada 1–2 kesalahan kecil.
- Cukup (3): 3–4 kesalahan.
- Kurang (2): Sering salah berhenti dan memulai.
- Sangat Kurang (1): Tidak memahami kaidah waqaf dan ibtida’.
6. Adab, Sikap & Suara (Opsional)
Aspek ini dinilai di beberapa lembaga tahfidz.
Indikator:
- Adab dan sopan santun saat menyetor
- Suara jelas dan tenang
- Tidak tergesa-gesa
- Fokus saat membaca
Kriteria Penilaian:
- Sangat Baik (5): Adab sempurna, pembacaan rapi.
- Baik (4): Ada sedikit kekurangan namun masih sopan.
- Cukup (3): Sikap baik tetapi kurang konsisten.
- Kurang (2): Sering terburu-buru atau kurang fokus.
- Sangat Kurang (1): Sikap tidak sesuai adab Qur’ani.
Perhitungan Nilai Akhir
Jika bobot setiap aspek adalah:
- Kelancaran: 20%
- Ketepatan Hafalan: 30%
- Tajwid: 25%
- Makhraj & Sifat Huruf: 15%
- Waqaf & Ibtida’: 10%
- (Tambahan Adab: 10% — opsional)
Maka rumus nilai akhir menjadi:
Nilai Akhir =
(Kelancaran × 20%) + (Ketepatan × 30%) + (Tajwid × 25%)
+ (Makhraj × 15%) + (Waqaf × 10%)
+ (Adab × 10% jika digunakan)
Penutup
Rubrik ini dirancang agar proses penilaian tahfidz dapat berlangsung lebih objektif, adil, dan terstandar. Dengan rubrik yang jelas, guru tahfidz dapat memberikan umpan balik yang tepat, sementara santri dapat mengetahui aspek mana yang harus diperbaiki.